Apakah Karakter itu ?
Di dalam rumah, ia adalah kebaikan
Di dalam bisnis, ia adalah kejujuran
Di dalam masyarakat, ia adalah kesopanan
Di dalam pekerjaan, ia adalah kecermatan
Di dalam permainan, ia adalah sportivitas
Terhadap yang beruntung, ia memberi selamat
Terhadap yang lemah, ia menolong
Terhadap yang jahat, ia bertahan
Terhadap yang kuat, ia percaya
Terhadap yang menyesal, ia memaafkan
Dan terhadap Tuhan, ia menghormati dan mengasihi
THE HEART OF A LEADER
KARAKTER SEORANG PEMIMPIN
Leadership is the capacity and will to rally men and women to a common purpose and the CHARACTER which inspires confidence. - Bernard Montgomery
CHARACTER is more than talk. It is a choice not a gift like talent. It. brings lasting success with people but Leaders can not rise above the limitation of their CHARACTER. - John C. Maxwell
Karakter membuat Anda berbahagia atau sengsara. Karakter adalah apa yang dikatakan malaikat tentang Anda di hadapan takhta Tuhan. - Anthony D'Souza
Ketika ditanya apa jaminan terbaik bagi sebuah bank, JP Morgan menjawab dengan tegas "Karakter". Ketika ditanya apa yang membuat politisi terkenal seperti Abraham Lincoln, analis politik menjawabnya dengan cepat "Karakter". Apa yang membuat Frank Sinatra mampu bertahan dalam popularitas sampai usia senja, pengamat musik menjawab dengan cermat "Karakter". Lalu apa yang membuat seorang pemimpin dicintai kolega, atasan, dan karyawannya, saya menjawabnya dengan mudah "Karakter".
7P : Tujuh hati yang membentuk karakter kepemimpinan
Dari pengamatan yang saya lakukan terhadap berbagai macam pemimin, saya menyimpulkan ada tujuh karakter yang sangat menonjol yang amat berbeda satu dengan yang lainnya. Saya menyebutnya sebagai tujuh hati pemimpin yang merepresentasikan karakter berbeda yang pada akhirnya menghasilkan gaya kepemimpinan dan perlakuan terhadap karyawan yang berbeda.
Pertama, pemimpin yang memiliki hati sebagai PENJAJAH akan memosisikan karyawan sebagai budak tanpa nilai dan hak. Memberi pekerjaan kepada mereka dianggap sebagai kebaikan hati yang tak terbalaskan. Dia menganggap dirinya sebagai penyelamat dan raja besar sehingga pantas untuk menerima loyalitas absolut dari karyawan, termasuk kehidupan pribadi mereka. Dalam konteks karyawan sebagai sumber daya manusia, ia menganggap karyawan adalah daya, bukan sumber daya apalagi manusia.
Kedua, pemimpin yang memiliki hati sebagai PENYAMUN akan memosisikan karyawan sebagai buruh yang hanya memiliki sedikit hak tapi menanggung segudang kewajiban. Hak karyawan diberikan dalam konteks normatif minimal. Kewajiban dituntut secara posesif maksimal. Karyawan dianggap sebagai daya dengan memiliki sedikit sumber yang mudah dicari penggantinya.
Ketiga, pemimpin yang memiliki hati sebagai PENGAWAS. Sudah memosisikan karyawan sebagai sumber daya selain modal dan mesin yang cukup penting untuk merealisasi hasil produksi barang dan jasa. Ia harus dikelola secara cermat dan diberi progam pelatihan dan pengembangan agar menjadi sumber daya dengan kualitas tinggi.
Keempat, adalah pemimpin yang memiliki hati sebagai PETANI. Ia sudah memosisikan karyawan sebagai sumber daya manusia. Ia sudah menyeimbangkan antara kebutuhan karyawan sebagai sumber daya dan sebagai manusia. Ia sudah memikirkan aspek kebutuhan manusia yang amat berbeda dengan sumber daya lainnya.
Kelima, pemimpin yang memiliki hati sebagai PENGGEMBALA. Tipe hati kelima ini sudah memiliki kecenderungan pada keseimbangan sisi manusia bukan pada sisi sumber daya. Ia menganggap karyawan sebagai manusia sebagai makhluk hidup sesama ciptaan Tuhan yang patut diberdayakan sesuai dengan kodrat Illahinya.
Keenam, pemimpin yang memiliki hati sebagai PELAYAN yang justru melihat karyawan sebagai subjek yang harus dilayani dan bukan subjek yang harus melayani pemimpinnya. Ia melihat sturktur organisasi sebagai piramida terbalik yang menganggap pimpinan harus mendukung karyawan agar mampu berprestasi sebaiknya untuk melayani pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya. Prinsip segitiga terbalik inilah yang membuat sisi kemanusiaan karyawan menjadi lebih bermakna, ia sebagai pekerja, anggota keluarga dan masyarakat yang harus dipenuhi kebutuhannya secara simultan.
Ketujuh, pemimpin yang memiliki hati sebagai "PARENT" atau memiliki hati sebagai 'AYAH'. Kondisi hati seperti ini akan menganggap karyawan sebagai anak yang harus dibesarkan, dididik dan dikembangkan agar dapat mewarisi kepiawaian yang dimilikinya dan kursi kepemimpinan yang didudukinya saat ini. Karyawan tidak diperlakukan sebagai orang lain tapi sebagai anggota keluarga yang harus dibina secara harmonis dengan memperlihatkan unsur perasaan yang jauh lebih dalam dari sekadar intelektual.
Sumber Pengetikan :
BUKU "LEAD TO BLESS LEADER
Kepemimpinan yang menjamin Perusahaan SEJAHTERA
dan Karyawan BAHAGIA
(PAULUS BAMBANG WS - Penulis buku Best Seller Built to Bless)
Penerbit : PT. ELEX MEDIA KOMPUTINDO
(Kelompok Gramedia)
Dicetak oleh Percetakan PT. GRAMEDIA, Jakarta
Exclusive Edition : MEI 2009
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Naskah diatas tidak untuk diperjualbelikan atau disebarluaskan untuk keuntungan pribadi, hanya untuk PERPUSTAKAAN ONLINE PRIBADI dan SHARING PENGETAHUAN yang sebagai REFERENSI Untuk BUKU - BUKU tersebut dicari dan dibeli di Toko Buku yang Terdekat jika dirasa hal itu diperlukan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pengetik : DJUANDI KURNIAWAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar